Berbicara tentang branding atau brand building saat ini adalah tidak bisa terlepas dari peran sosial media yang menjadi sentral segala informasi. Banyak hal yang bisa di lakukan di sosial media terkait brand, produk atau citra perusahaan baik itu sebagai media jualan (direct selling), konten marketing atau sebagai forum dan customer support.

Namun dengan begitu banyak nya sosial media pada saat ini, menentukan sosial media mana yang akan mejadi tantangan tersendiri. Belum lagi jumlah persaingan yang telah terjadi di sana sekitar kategori brand yang sama.

8 tips dibawah ini dapat anda jadikan rujukan untuk menciptakan/membentuk “suara” brand anda di sosial media.

1. Tentukan sosial media mana yang sesuai untuk brand anda.

Walau sosial media pada dasarnya “semua” bisa masuk, namun seiring berjalannya waktu (atau memang di awal di targetkan seperti itu), channel sosial media mengklasifikasikan dirinya masing-masing.

Sebagai contoh jika biro jasa atau perusahaan pengadaan maka social media yang menjadi banyak pebisnis terutam b2b berkupum bisa di jadikan start awal seperti LinkedIn. Jika anda berjulan tas wanita maka Instagram bisa menjadi sosial media pilihan yang lebih di fokuskan atau twitter apabila anda memiliki portal berita dan informasi dst.

Memilih sosial media yang tepat adalah bagian dari market research yang harus di lakukan demi efisiensi dan tepat sasaran. Lakukan sedikit penelitian mengenai sosial media demographic di indonesia dimana target user terbesar anda berada disitu mulai dari umur, jenis kelamin, hobi, pendidikan dsb.

Sebagai langkah awal mungkin anda bisa melihatnya disini

2. Buat design atau tampilan profile anda yang menarik.

Menarik disini adalah berarti tampilan yang terlihat profesional, dengan konten seperti foto yang mewakili tone dari brand anda. Buat profile design yang konsisten di semua channel sosial media yang anda miliki sehingga terlihat “sama” dimanapun user melihat profile brand anda.

Jangan membuat design yang terlalu complicated, buat seminimal mungkin, sebagai contoh logo sebagai foto profile dan banner dari foto produk anda.

3. Gunakan look and feel yang sama di setiap postingan anda.

Apabila anda menggunakan filter foto pada Instagram sebagai contoh, jangan terlalu berbeda dari post yang satu dengan yang lain, cobalah untuk selalu menggunakan filter yang sama. Pilih maksimal mungkin satu atau dua jenis filter foto yang berbeda dan gunakan selalu filter tsb.

Usahakan untuk selalu menggunakan jenis font yang sama di semua design anda. Apabila perlu buat sebuah template khusus dimana susunan atau aturannya telah anda tentukan, baik itu dari jenis font, warna font, posisi gambar, ukuran gambar dan sebagainya.

Buat mungkin antara 3 – 5 jenis template untuk postingan untuk berbagai pesan yang mungkin anda akan sampaikan secara berkala di postingan anda, sebagai contoh :

  • Template untuk postingan produk
  • Template untuk promo
  • Template untuk quote
  • Template untuk mood
    dst.

Apabila anda tidak memiliki team designer yang mengelola sosial media anda, anda bisa menggunakan tools-tools yang gratis seperti quotescover atau placeit .

4. Bentuk Image dari Brand Anda

Social media merupakan platform dimana antara dan masyarakat umum dapat berhubungan langsung atau berkenalan. Pengguna yang telah menjadi follower akan melihat dari waktu ke waktu postingan anda.

Gunakan kesempatan ini untuk membangun image yang anda inginkan melalui konten anda dari waktu ke waktu, bentuklah diri anda seperti bagaimana anda ingin orang mengenal anda sebagai pribadi.

Bangun hubungan yang jujur dan, sebagai contoh tekankan betapa “intimnya” anda dalam membangun/membuat produk anda, betapa banyak effort dan inovasi yang secara konsisten terus di lakukan. Buat follower atau calon follower seakan merasakan kegairahan anda dalam bisnis anda.

Posting testimonial dari existing customer, ekspresi kebahagian mereka, kebahagian anda dan team anda yang merupakan culture yang secara keseluruhan adalah culture yang baik dan fair. Libatkan follower anda dalam bentuk permainan ini, seperti “apakah ini sudah baik menurut anda?”

5. Tetap konsisten pada topik seputar Brand anda.

Ini bukan berarti anda harus selalu membicarakan mengenai produk anda terus, gunakan variasi sesering mungkin atau quote, kurasi dari konten website atau sosial media lain yang kiranya masih sejalan dengan “suara” brand anda.

Saat ini sangat mudah untuk melakukan share mengenai konten apakah itu dalam bentuk teks, tweet gambar atau video. Namun pastikan itu tetap dalam jalur anda sehingga timeline anda tidak berisikan konten yang ngalor ngidul dan campur aduk.

Sebagai contoh. apabila anda anda berjualan spare part sepeda gunung, anda posting tentang kejuaran sepeda, lomba sepeda 17-an akan menjadi sesuatu yang tetap inline dan menghibur follower anda.

6. Lakukan semua ini secara barkala

Semua inti dari sosial media branding adalah konsisten. hal yang sering kali kita dengan namun sedikit orang yang sanggup melakukannya. Apabila anda sadar anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk fokus secara konsisten melakukan posting pada sosial media, gunakanlah jasa pihak ketiga untuk me-maintain sosial media anda dengan topik yang anda telah tetapkan.

Karena secara berkala atau konsisten melakukan postingan pada sosial media bukan hanya membutuhkan waktu namun ide, ide untuk membuat konten selalu fresh menarik dan tidak menjemukan.

7. Dengarkan dan implementasikan.

Sosial media merupakan platform dua arah yang artinya akan banyak orang yang berkomentar dalam bentuk yang positif, negatif atau sekedar saran. Gunakan semua itu sebagai masukan.

Akan menjadi sangat luar biasa apabila seseorang memiliki saran dan di dapat di implementasikan secara life, semua itu akan berbalik menjadi hal yang positif. Efek viral yang timbul-pun kadang bisa di luar ekspektasi.

Setidaknya untuk semua respon yang sekira-nya “answerable” maka tanggapilah, dengan jawaban yang sesuai atau sekedar guyonan. Interaksi ini akan menimbulkan loyalitas dan kepuasan.

8. Gunakan iklan berbayar atau influencer

Memiliki channel di sosial media adalah hal yang bukan perkara. Namun untuk dapat eksis itu hal yang berbeda. Yang paling umum untuk memiliki masa follower di sosial mdeia adalah dengan bantuan Iklan atau bantuan para influencer yang terkait dengan brand anda.

Gunakan fasilitas ini sebagai investasi marketing sebagai jembatan penghubung antara brand anda dan customer.

Tips dalam menggunakan iklan di sosial media adalah etapkan target anda, apabila anda ingin memiliki folower gunakan iklan untuk tujuan tersebut. Pastikan karateristik pengguna yang ingin anda target sesuai baik dari segi umur, lokasi, pendidikan dan sebagainya. Agar budget iklan anda tidak menguap secara percuma.

Sedangkan dalam memilih influencer pastikan orang tsb tidak hanya memiliki follower yang banyak, karena itu tidak selalu benar. Apalagi saat ini follower dapat dibeli dengan mudah dan murahnya.

Perhatikan time linenya dan gaya bicaranya terhadap followernya. Berapa seringkah ia melakukan postingan dan berapa besar respon yang selalu di terima di masing-masing postingan tsb. Perhatikan setidaknya beberapa komunikasi influencer tersebut dengan followernya pada timeline.

Setelah anda fix dengan orang tersebut kirimkan email. Atau melaui fitur pesan dengan meyakinkan bahwa produk anda dapat menjadi mitra yang saling menguntungkan. Sebagai contoh seorang influencer make-up. Anda bisa menawarkan imbalan uang dan produk make-up berkualitas yang bisa ia review dan bagi-bagikan ke folowernya.


Feeling Generous? Please share., terima kasih.


Recommended
Kami sebagai peyedia jasa photography mengelompokan jenis jasa foto berdasarkan…